
Mengenal Andes Hantavirus yang Mewabah di MV Hondius, Bisa Menular Antarmanusia
Wabah Andes Hantavirus telah mengguncang dunia pelayaran dengan mencuatnya kasus infeksi di kapal pesiar MV Hondius, yang dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Kejadian ini kembali menyoroti ancaman penyakit zoonotik dan, yang lebih mengkhawatirkan, potensi penularannya antarmanusia, sebuah karakteristik unik dari strain Andes yang membuatnya sangat patut diwaspadai.
Hantavirus, yang menjadi istilah umum untuk menggambarkan sebuah keluarga virus yang kompleks, bukanlah satu penyakit tunggal melainkan mencakup lebih dari 20 spesies virus yang berbeda menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebagian besar spesies hantavirus dikenal sebagai penyebab infeksi yang ditularkan dari hewan pengerat, seperti tikus dan mencit, kepada manusia. Penularan ini umumnya terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, seringkali dalam bentuk aerosol saat partikel kering dari ekskreta tersebut terhirup.
Namun, di tengah keluarga besar hantavirus ini, strain Andes Hantavirus muncul sebagai anomali yang signifikan. Virus Andes, tidak seperti kebanyakan hantavirus lainnya, memiliki kemampuan untuk menyebar dari manusia ke manusia. Meskipun penularan jenis ini dianggap jarang, kasus-kasus yang telah dikonfirmasi, termasuk yang terjadi di MV Hondius, menegaskan bahwa potensi ini adalah kenyataan yang harus dihadapi. Dalam wabah di kapal pesiar ini, virus Andes telah dikonfirmasi pada dua penumpang: seorang pria Inggris yang dirawat di rumah sakit di Johannesburg, Afrika Selatan, dan seorang wanita Belanda yang kemudian meninggal dunia. Informasi awal juga menyebutkan pasangan suami istri asal Belanda yang meninggal dunia, menunjukkan kompleksitas dan dampak serius dari wabah ini.
Hantavirus Secara Umum: Dua Manifestasi Penyakit Utama
Sebelum mendalami Andes Hantavirus, penting untuk memahami spektrum penyakit yang disebabkan oleh keluarga virus ini. Hantavirus umumnya menyebabkan dua sindrom klinis utama pada manusia:
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Ini adalah penyakit pernapasan akut yang parah dan seringkali fatal. HPS terutama ditemukan di Amerika, dan Andes Hantavirus adalah salah satu penyebab utama HPS. Gejala awal HPS mirip flu, meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Dalam beberapa hari hingga minggu, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat, menyebabkan batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan pernapasan. Tingkat kematian untuk HPS bisa sangat tinggi, seringkali mencapai 30-50%.
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Sindrom ini lebih banyak ditemukan di Eropa dan Asia, dan disebabkan oleh strain hantavirus lain seperti Hantaan, Seoul, Puumala, dan Dobrava. Gejala HFRS juga dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan malaise. Namun, HFRS dapat berkembang menjadi gejala yang lebih parah seperti pendarahan (hemoragi), tekanan darah rendah (hipotensi), dan kerusakan ginjal akut, yang seringkali memerlukan dialisis. Tingkat kematian HFRS bervariasi tergantung pada strain virus, dari kurang dari 1% hingga lebih dari 15%.
Meskipun kedua sindrom ini memiliki manifestasi yang berbeda, keduanya berawal dari paparan terhadap hantavirus melalui hewan pengerat yang terinfeksi. Diagnosis hantavirus biasanya melibatkan tes serologi untuk mendeteksi antibodi virus atau tes PCR untuk mendeteksi materi genetik virus. Pengobatan untuk kedua sindrom ini sebagian besar bersifat suportif, dengan fokus pada menjaga fungsi pernapasan untuk HPS (seringkali membutuhkan ventilator) dan fungsi ginjal untuk HFRS (seringkali membutuhkan dialisis). Saat ini belum ada pengobatan antivirus spesifik untuk HPS, meskipun Ribavirin kadang digunakan untuk HFRS.
Andes Hantavirus: Kekhasan dan Sejarah Wabah
Andes Hantavirus, seperti namanya, sebagian besar ditemukan di wilayah Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Chili. Reservoir alami untuk Andes Hantavirus adalah tikus beras berekor panjang (Oligoryzomys longicaudatus), yang hidup di daerah hutan dan semak belukar.
Yang membuat Andes Hantavirus sangat unik dan menjadi perhatian utama adalah kemampuannya untuk menular dari manusia ke manusia. Fenomena ini pertama kali didokumentasikan dengan jelas pada akhir 2018 dalam sebuah wabah di desa kecil Epuyen, Patagonia, Argentina. Wabah tersebut, yang ditelusuri kembali ke orang-orang yang menghadiri sebuah pesta, menunjukkan bagaimana satu orang yang terinfeksi virus secara tidak sengaja dapat menyebarkan virus ke banyak individu lain. Dalam wabah Epuyen, tercatat 34 kasus yang terkonfirmasi, dengan 11 kematian, menunjukkan tingkat penularan dan fatalitas yang mengkhawatirkan.
Dr. Gustavo Palacios, seorang ahli mikrobiologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York, yang juga menjabat sebagai direktur Pusat Ilmu Genom di Institut Penelitian Medis Angkatan Darat AS untuk Penyakit Menular saat ia membantu mengungkap mekanisme penularan virus Andes dari orang ke orang, menyatakan bahwa sebelum wabah di Epuyen, pengetahuan tentang strain Andes ini sangat terbatas. "Pengalaman menangani virus ini sangat terbatas," kata Palacios. "Mungkin kita memiliki kurang dari, saya tidak tahu pasti, saya hanya memberikan angka perkiraan, 300 kasus penularan virus Andes dari manusia ke manusia sepanjang sejarah dan sekitar 3.000 kasus Andes secara keseluruhan."
Investigasi mendalam terhadap wabah di Epuyen memberikan wawasan krusial. Palacios menjelaskan bahwa masa penularan Andes tampaknya berlangsung singkat, yaitu sekitar satu hari. Seseorang berada pada tingkat penularan tertinggi tepat pada hari ketika mereka mulai mengalami demam. Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian itu juga menemukan bahwa virus bisa menular dengan relatif mudah selama periode tersebut, bahkan hanya melalui kontak jarak dekat dalam waktu singkat dengan orang lain. Penularan antarmanusia diperkirakan terjadi melalui tetesan pernapasan atau aerosol yang dikeluarkan saat batuk atau bersin oleh individu yang terinfeksi.
Wabah di MV Hondius: Mencari Titik Awal
Kasus di MV Hondius, sebuah kapal pesiar ekspedisi yang dikenal menjelajahi daerah-daerah terpencil, terutama di sekitar Antartika dan Amerika Selatan, menimbulkan pertanyaan serius mengenai bagaimana virus Andes dapat masuk ke lingkungan kapal. WHO menduga virus tersebut bisa menyebar melalui kontak yang sangat dekat antarmanusia di atas kapal, mengingat sifat penularan Andes Hantavirus, serta melalui paparan hewan pengerat. Ini mengindikasikan bahwa meskipun penularan antarmanusia telah dikonfirmasi, kemungkinan paparan awal dari hewan pengerat tidak dapat dikesampingkan, terutama jika kapal berlabuh atau memiliki masalah sanitasi.
Penyebab awal wabah ini masih belum diketahui secara jelas. Salah satu hipotesis adalah bahwa penumpang sepasang suami istri asal Belanda yang meninggal dunia telah melakukan perjalanan di Amerika Selatan pada awal April, sebelum menaiki kapal. Ada kemungkinan salah satu atau keduanya tertular virus selama perjalanan mereka di daratan sebelum naik kapal. Selain itu, mengingat MV Hondius mengunjungi daerah-daerah satwa liar terpencil, selalu ada kemungkinan penumpang melakukan kontak dengan virus dari hewan pengerat selama pelayaran, bahkan di lokasi yang tampaknya terisolasi.
Untuk mengungkap misteri ini, pengujian genetik lanjutan terhadap virus yang ditemukan pada pasien sangat penting. Analisis genetik dapat membantu melacak asal-usul virus dan memberikan petunjuk tentang bagaimana hantavirus pertama kali masuk ke kapal, apakah itu dibawa oleh penumpang atau berasal dari lingkungan kapal itu sendiri.
Tindakan Pencegahan dan Pengendalian
Mengingat sifat serius dari Andes Hantavirus dan kemampuannya untuk menular antarmanusia, para ahli kesehatan menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang ketat. Ini termasuk:

- Isolasi Pasien Terinfeksi: Segera mengisolasi individu yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
- Cuci Tangan Secara Teratur: Menjaga kebersihan tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer berbasis alkohol untuk mengurangi risiko penularan.
- Pelacakan dan Pemantauan Kontak Erat: Mengidentifikasi dan memantau semua individu yang memiliki kontak erat dengan pasien terinfeksi untuk mendeteksi kasus baru secara dini.
- Penerapan Pengendalian Infeksi: Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai bagi petugas kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan protokol sanitasi yang ketat.
- Pengendalian Hewan Pengerat: Di area yang diketahui endemik hantavirus atau di lingkungan seperti kapal, kontrol populasi hewan pengerat dan sanitasi lingkungan adalah kunci untuk mencegah penularan zoonotik awal. Ini termasuk menyimpan makanan dalam wadah tertutup, membersihkan tumpahan, dan menyegel celah di bangunan.
- Edukasi Masyarakat: Meningkatkan kesadaran publik tentang risiko, gejala, dan langkah-langkah pencegahan hantavirus, terutama bagi mereka yang bepergian ke atau tinggal di daerah endemik.
Wabah Andes Hantavirus di MV Hondius adalah pengingat nyata bahwa ancaman penyakit menular terus berevolusi dan membutuhkan respons global yang cepat dan terkoordinasi. Dengan karakteristik penularan antarmanusia yang unik, Andes Hantavirus menuntut kewaspadaan ekstra dan upaya berkelanjutan dalam penelitian, pengawasan, dan implementasi langkah-langkah kesehatan masyarakat yang efektif untuk melindungi populasi di seluruh dunia.


