Polsek Abung Tengah Bentuk Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Polsek Abung Tengah Bentuk Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik Sebagai langkah responsif terhadap ancaman kesehatan akibat erupsi gunung berapi, Polsek Abung Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Abung Tengah resmi mendirikan Posko Kesehatan dan Siaga Bencana. Inisiatif…

Polsek Abung Tengah Bentuk Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Sebagai langkah responsif terhadap ancaman kesehatan akibat erupsi gunung berapi, Polsek Abung Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Abung Tengah resmi mendirikan Posko Kesehatan dan Siaga Bencana. Inisiatif ini diambil guna memberikan perlindungan maksimal serta memastikan pelayanan medis yang cepat dan tanggap bagi masyarakat yang terpapar abu vulkanik. Aksi kemanusiaan yang berlangsung pada Selasa (8/9/2026) ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah kesulitan masyarakat, sekaligus bentuk komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan kesehatan warga di wilayah hukum Lampung Utara.

Pemilihan lokasi posko didasarkan pada pemetaan wilayah yang paling terdampak oleh sebaran abu vulkanik. Fokus pelayanan dipusatkan di beberapa titik strategis, yakni Desa Gunung Besar, area Jalan Raya Subik, serta Desa Pekurun Selatan. Selain itu, UPTD Puskesmas Abung Tengah ditetapkan sebagai pusat komando sekaligus fasilitas utama untuk penanganan medis tingkat lanjut bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan maupun iritasi mata akibat paparan abu. Keberadaan posko ini dirancang untuk memangkas hambatan akses kesehatan agar masyarakat yang berada di pelosok desa tetap mendapatkan penanganan medis yang layak tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Sinergitas lintas sektoral menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasional posko ini. Pembentukannya melibatkan kolaborasi erat antara Camat Abung Tengah, Danramil Abung Barat, Kapolsek Abung Tengah, serta Kepala UPTD Puskesmas Abung Tengah. Tidak hanya itu, puluhan personel gabungan dari unsur TNI-Polri, staf kecamatan, serta tim medis profesional dari Puskesmas disiagakan secara penuh untuk memastikan bahwa setiap keluhan kesehatan warga dapat segera tertangani. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penanganan bencana bukanlah beban satu instansi saja, melainkan tanggung jawab kolektif untuk menjamin keselamatan publik.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Raswidiati Anggraini, melalui Kasi Humas Polres Lampung Utara, IPTU Herawati, menegaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan wujud nyata kepedulian kepolisian terhadap kondisi warga. "Pembentukan Posko Kesehatan dan Siaga Bencana ini merupakan bentuk kepedulian serta kesiapsiagaan bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak abu vulkanik. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang terpapar mendapatkan perlindungan dan akses pengobatan yang memadai," ujar IPTU Herawati saat meninjau kesiapan tim di lapangan.

Lebih lanjut, IPTU Herawati menjelaskan bahwa posko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai pusat koordinasi informasi. Dalam situasi bencana, disinformasi atau hoaks sering kali memicu kepanikan warga. Oleh karena itu, posko ini menjadi rujukan utama bagi masyarakat untuk mendapatkan data akurat mengenai perkembangan situasi erupsi serta instruksi keamanan yang harus diikuti. Dengan adanya pusat koordinasi yang jelas, diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Paparan abu vulkanik membawa risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Partikel debu halus dari erupsi gunung berapi mengandung silika yang sangat berbahaya jika terhirup dalam jangka waktu lama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma. Oleh sebab itu, petugas di posko juga aktif memberikan edukasi mengenai penggunaan masker yang benar, pentingnya mencuci tangan, serta tata cara membersihkan lingkungan rumah dari endapan abu. Edukasi preventif ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kerap melonjak saat terjadi fenomena hujan abu.

Selain aspek medis, posko ini juga berfungsi sebagai pusat pemantauan situasi wilayah secara berkala. Tim gabungan melakukan patroli rutin untuk memantau apakah ada dampak ikutan lain, seperti kerusakan infrastruktur atau terganggunya akses jalan akibat timbunan abu yang licin. Komunikasi intensif antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, dan warga terus dijalin guna memastikan bahwa jika terjadi eskalasi bencana, proses evakuasi atau penanganan darurat dapat dilakukan dengan skema yang sudah dipersiapkan sebelumnya. "Kami terus mendorong sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar setiap potensi masalah dapat diselesaikan dengan cepat," tambah Herawati.

Kepolisian juga mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi. Warga yang merasakan gejala fisik seperti sesak napas, mata perih, atau batuk berkepanjangan diminta segera melaporkan diri ke petugas di posko. Kecepatan penanganan medis di jam-jam pertama paparan sangat krusial untuk mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius. Dengan tersedianya stok obat-obatan yang memadai dan tim medis yang siap sedia 24 jam, masyarakat diharapkan merasa lebih terlindungi selama masa darurat berlangsung.

Ke depan, model penanganan bencana berbasis posko kolaboratif seperti ini akan terus dioptimalkan. Polri berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dengan seluruh stakeholder terkait agar kesiapsiagaan di wilayah Lampung Utara semakin tangguh. Keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan melalui kehadiran posko ini, diharapkan dampak buruk dari erupsi gunung berapi dapat diminimalisir secara signifikan.

Sebagai penutup, masyarakat diingatkan kembali untuk selalu mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat. Jangan mencoba melakukan aktivitas di luar rumah jika intensitas abu sedang tinggi, dan selalu gunakan alat pelindung diri yang disarankan petugas. Polri bersama seluruh stakeholder akan terus memantau situasi di lapangan hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman dan kondusif bagi masyarakat untuk beraktivitas kembali secara normal. Sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi ujian alam ini, sehingga stabilitas sosial dan kesehatan warga dapat tetap terjaga dengan baik.

Bagikan artikel ini

XWhatsApp