Dokter Tirta Bakal Kurangi Aktivitas di Media Sosial hingga Hiatus, Ini Alasannya

Dokter Tirta Bakal Kurangi Aktivitas di Media Sosial hingga Hiatus, Ini Alasannya Kabar mengejutkan datang dari praktisi kesehatan dan influencer ternama, dr. Tirta Mandira Hudhi. Sosok yang dikenal vokal dalam menyuarakan edukasi kesehatan serta mengomentari berbagai isu sosial ini baru…

Dokter Tirta Bakal Kurangi Aktivitas di Media Sosial hingga Hiatus, Ini Alasannya

Kabar mengejutkan datang dari praktisi kesehatan dan influencer ternama, dr. Tirta Mandira Hudhi. Sosok yang dikenal vokal dalam menyuarakan edukasi kesehatan serta mengomentari berbagai isu sosial ini baru saja mengumumkan langkah drastis untuk menarik diri dari hiruk-pikuk dunia maya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Tirta menyatakan akan mengurangi durasi aktivitas di media sosial secara signifikan, bahkan memilih untuk hiatus dari beberapa platform yang selama ini menjadi sarana interaksi utamanya dengan pengikut. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk prioritas ulang terhadap kehidupan nyata, pengembangan diri, dan efisiensi waktu kerja.

Dalam pernyataannya, pria yang akrab disapa Cipeng ini merinci batasan baru yang ia terapkan. Ia kini membatasi durasi penggunaan media sosial dengan durasi yang sangat ketat. "Jadi kemarin saya membuat sebuah sharing bahwa saya memutuskan mengurangi aktivitas media sosial. Di Instagram screen time-nya mentok cuma 1,5 jam, di TikTok cuma satu jam. Ya sisanya buat follow up, jadi dua jam per hari," ungkap dr. Tirta. Langkah ini menunjukkan kedisiplinan tinggi, mengingat selama ini ia dikenal sebagai salah satu figur publik yang sangat aktif merespons berbagai isu terkini melalui berbagai platform digital.

Lebih lanjut, dr. Tirta mengungkapkan bahwa ia memutuskan untuk benar-benar hiatus atau menonaktifkan akun Threads miliknya, serta berhenti sementara dari platform X (dulu Twitter). Keputusan ini tentu menjadi perhatian, mengingat platform tersebut adalah tempat ia sering beradu argumen, memberikan edukasi, hingga mengkritik kebijakan yang dianggap tidak relevan. Sementara itu, untuk akun Facebook dan YouTube, ia memilih untuk melimpahkan operasionalnya kepada tim admin agar konten tetap berjalan tanpa harus membebani dirinya secara langsung. "Saya hiatus atau menonaktifkan akun Threads, dan hiatus dari X. Sama untuk Facebook dan YouTube dikasih admin. Tapi sebenarnya sharing itu tujuannya supaya kalau ada brand, klien, atau teman-teman yang interaksi itu enggak kaget atau terus-terusan reply," jelasnya.

Dokter Tirta Bakal Kurangi Aktivitas di Media Sosial hingga Hiatus, Ini Alasannya : Okezone Women

Fenomena digital detox atau pengurangan aktivitas media sosial yang dilakukan oleh figur publik seperti dr. Tirta sebenarnya mencerminkan kesadaran yang semakin meningkat akan pentingnya kesehatan mental dan produktivitas di dunia nyata. Di era digital saat ini, ketergantungan pada media sosial sering kali menimbulkan dampak kelelahan mental atau burnout. Sebagai seseorang yang memiliki kesibukan tinggi sebagai dokter, pebisnis, dan edukator, beban untuk selalu "hadir" di media sosial dapat menjadi beban kognitif yang berat. Dengan membatasi akses, dr. Tirta berharap dapat memiliki lebih banyak ruang untuk berpikir kreatif, fokus pada pendidikan yang sedang ia tempuh, serta meningkatkan kualitas interaksi di dunia nyata yang sering kali terabaikan oleh kehadiran layar ponsel.

Selain itu, keputusan untuk menyerahkan pengelolaan akun tertentu kepada tim admin merupakan strategi profesional yang matang. Hal ini membuktikan bahwa dr. Tirta tetap ingin menjaga komitmennya terhadap klien dan brand yang bekerja sama dengannya, tanpa harus mengorbankan keseimbangan hidup pribadinya. Ia sadar bahwa interaksi yang terus-menerus di media sosial sering kali tidak produktif dan hanya akan menguras energi yang seharusnya bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih berdampak jangka panjang.

Bagi banyak pengikutnya, langkah ini mungkin terasa mendadak, namun sebenarnya merupakan sebuah langkah bijak. Media sosial sering kali menjadi jebakan bagi mereka yang memiliki pengaruh besar untuk terus merasa "harus bersuara" atas segala hal. Padahal, rehat sejenak adalah bagian dari menjaga kewarasan agar tetap bisa memberikan edukasi yang berkualitas di masa depan. Dengan berkurangnya aktivitas di dunia maya, dr. Tirta memberikan pesan implisit kepada publik bahwa kehidupan pribadi, kesehatan mental, dan fokus pada tujuan nyata jauh lebih berharga dibandingkan jumlah likes, views, atau engagement yang terus berfluktuasi setiap detiknya.

Langkah dr. Tirta ini juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengevaluasi kembali durasi penggunaan media sosial mereka sendiri. Sering kali kita tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melakukan scrolling tanpa tujuan. Dengan mencontoh kedisiplinan dr. Tirta, setidaknya kita diingatkan bahwa ponsel hanyalah alat, dan kitalah yang memegang kendali atas waktu yang kita miliki. Ke depan, publik tetap bisa mengikuti pemikiran-pemikiran dr. Tirta melalui konten yang sudah dikelola oleh timnya, sementara sang dokter sendiri sedang berfokus untuk menjadi versi dirinya yang lebih baik di luar sana. Keputusan ini membuktikan bahwa meski ia seorang figur publik, ia tetaplah manusia yang butuh ruang untuk bernapas dan berkembang jauh dari sorotan kamera ponsel. Selamat beristirahat dari keriuhan digital, dr. Tirta!

Bagikan artikel ini

XWhatsApp